Tampilkan postingan dengan label polis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label polis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

Lelaki Lapor Polis Setelah Restoran All You Can Eat Mengusirnya Kerana Makan Banyak

  
Selama ini kita fikir restoran "all you can eat" akan membiarkan kita bersantap sepuasnya hingga kenyang, tapi pada kenyataannya ternyata tidak. Paling tidak peraturan tersebut tidak berlaku untuk sebuah rumah makan di Wisconsin.

Semua urus niaga rumah makan all you can eat pasti tahu, bahawa pelanggan  yang mempunyai selera makan di atas rata-rata adalah jelek untuk bisnes. Tapi bukankah itu faktor resiko yang tetap harus diambil?

Sebuah restoran dari Wisconsin nampaknya tidak pernah mengira jika suatu ketika seseorang yang memiliki kapasiti perut seperti kobayashi bakalan datang dan menghabiskan stok makanan mereka. Tepatnya, pada kes ini, seorang lelaki melahap habis sedosin ikan goreng yang mereka sediakan. Dan sebelum lelaki tersebut sempat menambah ikan yang ke tiga belas, pekerja restoran mengusir lelaki tersebut secara halus, dengan memberikan paket berisi 8 ikan goreng untuk dibawa pulang.

Tak terima, sang pelanggan protes dan menuduh restoran tersebut telah memberlakukan iklan palsu. Ia melaporkan kejadian ini kepada polis  dan dua hari kemudian kembali dengan membawa papan demo.

Jumat, 31 Januari 2014

Polis kampus menembak mati seorang mahasiswa yang telanjang

 
Petugas polis  kampus Universiti Alabama Selatan, di hari Sabtu (6/10/2012), waktu setempat, menembak mati seorang mahasiswa yang telanjang bulat di muka umum.

Mahasiswa itu dikenali  sebagai Gilbert Thomas Collar, 18, warga Wetumpka. Menurut Juru cakap Universiti Alabama Selatan, Keith Ayers, dia ditembak sekali di dadanya, oleh petugas polis  kampus yang namanya dirahsiakan.

Ia saat ini, beber Keith telah dikenai sanksi cuti administratif hingga penyiasatan rampung dilakukan. Ketika ditanya apakah petugas itu tengah terpengaruh ubat bius atau alkohol ketika menembak Gilbert, Keith menyatakan tidak boleh bisa berkomentar.

"Ketika petugas itu keluar dari markasnya, dia dihadapkan oleh seorang lelaki, berotot yang telanjang bertindak tidak karuan. Lelaki itu berulang kali menentang petugas berkelahi," ujarnya.

"Petugas itu kemudian menarik senjatanya, memerintahkan Gilbert untuk menghentikan aksinya, namun ia tak berhenti, sehingga ia menembaknya.  Mangsa jatuh ke tanah, namun ia bangkit sekali lagi dan terus menentang petugas lebih lanjut sebelum jatuh ke tanah dan meninggal," lanjutnya. (upi.com)

 TRIBUNNEWS.COM