Tampilkan postingan dengan label apa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label apa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Agustus 2014

Apa itu Pembersih Uap Steam Cleaner dan Cara Kerjanya Steam Cleaning

membersihkan dengan pembersih uap panas
Steam cleaning, atau membersihkan dengan menggunakan uap panas, merupakan cara yang efektif untuk membersihkan secara mendalam berbagai macam bahan dan permukaan. Walaupun proses ini sering dikira hanya diaplikasikan untuk karpet saja, namun sebenarnya steam cleaning juga bisa dan sering digunakan untuk membersihkan berbagai jenis gorden, keramik, batu-batuan dan perhiasan.

Uap panas atau steam merupakan sumber alami bermanfaat – yang hanya bermodal air biasa, tapi bisa menjadi pembersih yang kuat dan efektif. Diciptakan pada tahun 1927 oleh Frank W Ofeldt, pembersih uap sudah merevolusi sampai dgn cara yang kita pakai saat ini. Tanpa adanya bahan kimia mahal dan berbahaya yang digunakan, membersihkan dengan uap panas ini telah menjadi cara yang aman, mudah dan terjangkau oleh siapa saja. Uap ini juga tidak meninggalkan zat berbahaya pada bahan atau permukaan yang dibersihkan dan karena hanya air saja yang digunakan maka cara pembersihan ini juga berarti ramah lingkungan. Steam cleaning membunuh bakteri-bakteri terkenal seperti e-coli, listeria dan salmonella.

Bagaimana Cara Steam Cleaner bekerja?

Air bersih dituangkan ke dalam suatu kontainer dalam mesin yang kemudian dipanaskan sampai mendidih dan terciptalah uap panas. Uap ini ditransfer melalui selang atau semacamnya yang juga terdapat sebuah tool yang dipasang diujung. Uap ini bisa terus diproduksi sampai air yang ada pada kontainer habis.

Bagaimana Cara Uap Membersihkan?

pembersih uap steam cleanerSangat sederhana. Minyak dan kotoran memiliki zat pelekat yang memungkinkan mereka untuk menempel di hampir semua jenis permukaan. Panas dari uap (steam) mencairkan sekaligus menyingkirkan pelekat tersebut. Setelah mengaplikasikan uap pada suatu permukaan, laplah dengan kain bersih. Panasnya uap tersebut juga sekaligus membunuh kuman kuman berbahaya yang berada pada bahan tersebut.

Namun pembersih uap ini juga memiliki kekurangan, salah satunya adalah durasi pengeringannya yang agak lama dan mereka juga tidak bisa diapikasi pada bahan atau permukaan yang tidak tahan panas.

Steam cleaning dapat diaplikasikan pada:
Jendela atau jendela frame, kaca, flooring, karpet, beberapa jenis gorden (harus tanya tukang gorden atau yang men jual gorden nya sebelum mencuci), perhiasan, sepatu, sandal, boot, peralatan masak, perabot metal dan beberapa perabot plastik tertentu, kain, kulit.

Vapor steam cleaner memanaskan air lebih dari 500 º Fahrenheit atau 260 º Celcius. Oleh sebab itu, kita tidak perlu lagi menambahkan zat kimia pembersih lain (walaupun masih juga ada beberapa merek produk yang menambahkannya atau menggabungkannya) dan biasanya suatu permukaan akan kering dalam waktu 15 menit. Ini juga merupakan kabar bagus bagi para penderita alergi karena cara pembersihan ini dapat membunuh jamur, tungau debu, dan virus yang tumbuh berkembang di karpet karpet atau mebel berlapis kain. 

Senin, 23 Desember 2013

Apa Jadinya Jika Benua Tak Terpecah

Apa Jadinya Jika Benua Tak Terpecah - Konon pada masa lampau benua di bumi ini menjadi satu-kesatuan yang tidak terpecah-pecah seperti sekarang ini. Kemudian karena perubahan-perubahan yang terjadi pada bumi menyebabkan benua yang dulunya menyatu menjdai terpisah-pisah sehingga menjadi beberapa bagian seperti sekarang ini.


Kemudian Apa Jadinya Jika Benua Tak Terpecah?
Sekitar 300 hingga 200 juta tahun silam, tujuh benua yang ada sekarang ini berasal dari sebuah benua sangat luas. Benua itu disebut Pangea. Beberapa bagian dari Pangea itu lalu terangkat akibat pergerakan kerak bumi. Lalu terpecah-pecah menjadi patahan atau sekarang kita kenal lempeng tektonik.

Sejumlah benua terlihat saling berpasangan antara satu dengan lainnya. Seperti permainan puzzle yang pas jika dipasangkan. Misalnya, kawasan pantai timur Amerika Selatan, bentuknya cocok jika dipasangkan dengan pantai barat Afrika.

Apa jadinya jika benua itu tidak terpecah dan berpisah satu dengan lainnya? Tentu banyak hal akan terjadi. Tapi yang hampir pasti, dunia ini akan miskin perbedaan. Kurang beragam alias homogen. Baik tumbuhan, binatang, termasuk manusia.

Teori yang kni masih diyakini banyak orang adalah nenek moyang spesies makhluk saat ini terbentuk karena isolasi geografis. Karena keterbatasan akibat isolasi itu, secara perlahan tapi pasti mengalami perubahan. Berevolusi menjadi sifat, dan bentuk baru setelah melewati tantangan alam.
Coba kita perhatikan, sebagai contoh, pulau Madagaskar yang sekarang berada di timur Afrika. Pulau luas ini adalah pecahan dari Pangea bagian selatan pada 160 juta tahun yang lalu.

Menurut Conservation International, di pulau itu, sekitar sembilan dari sepuluh jenis tumbuhan dan mamalia yang hidup, berevolusi dan tidak ditemukan di pulau manapun di atas planet ini.

Profesor ilmu bumi dari Universitas Ohio, Damian Nance, mengatakan jika Pangea tak terpecah, maka kondisi kehidupan di benua itu akan sangat panas dan gersang. "Karena ukuran Pangea sangat luas, awan basah akan hilang sebelum mencapai jarak yang jauh," kata Nance.

Pangea yang belum terpecah itu, bergerak menjauhi kutub akibat rotasi bumi. Sehingga, benua itu terpusat di sekitar ekuator, bagian planet paling panas. Pada iklim seperti itulah, reptil dapat hidup dengan baik. Misalnya dinosaurus, hidup dengan baik saat benua masih menyatu secara luas.